Ada temuan gejala baru virus corona, waspada

Serangan virus corona semakin ganas dan kompleks, waspada. Ada temuan baru gejala covid-19. Saat ini telah ditemukan beberapa gejala baru pasien virus corona. Kemungkinan besar virus telah menyerang sistem kekebalan tubuh lainnya. Dengan demikian kita harus semakin ketat dalam menghadapi serbuan novel coronavirus pandemi ini.

Sebelumnya telah ditemukan beberapa gejala virus corona seperti batuk, sesak nafas, dan lainnya. Namun seiring dengan semakin ganasnya pandemi kelas dunia akibat corona. Dalam beberapa hari terakhir telah terdeteksi timbul tanda tanda nyata pasien covid-19. Jenis penyakit berbahaya ini bahkan mengancam jiwa yang mengerikan.

Informasi sebelumnya, penemuan gejala corona virus sebelumnya terjadi di area dalam tubuh. Maka penemuan gejala covid terbaru ini terdampak pada kulit tubuh. Sehingga setiap orang bisa cepat melakukan deteksi. Meskipun temuan gejala luar tubuh akibat corona sementara terjadi di negara Amerika.

Adalah dr Dennis Porto seorang dokter spesialis kulit di Boston, Massachusetts, USA. Yang pertama kali mengamati gejala baru virus corona atau SARS-CoV-2. Berikut cuitan dr Dennis Porto di Twitter

“I diagnosed a patient (presumptively) with Coronavirus based on her skin exam today. She had “Covid toes” for six weeks and has otherwise been asymptomatic. She had a public facing job. I’ve seen several patients like this. Hard to imagine this virus isn’t everywhere already.”

gejala baru virus corona

“Saya mendiagnosis seorang pasien (secara dugaan) dengan Coronavirus berdasarkan pemeriksaan kulitnya hari ini. Dia memiliki” jari kaki yang jelas “selama enam minggu dan dinyatakan asimptomatik. Dia memiliki pekerjaan yang dihadapi publik. Saya telah melihat beberapa pasien seperti ini. bayangkan virus ini belum ada di mana-mana. ”

Meskipun ini merupakan sebuah temuan baru lanjutan. Tetapi belum ada uji klinis lebih mendalam. Sehingga baru sebatas kesimpulan. Namun bisa jadi sebuah kebenaran. Karena seperti kita tahu bahwa sifat serangan virus COVID-19 adalah mampu beradaptasi pada daerah atau lingkungan sekitar.

Meskipun demikian menurut dr Vesna Petronic-Rosic ( Ketua Dermatologi di MedStar Washington Hospital Center) juga mengatakan ada keterkaitan antara ruam kulit dengan infeksi virus corona. Lebih lanjut ia menjelaskan,

“hampir hingga 20 persen dari individu yang mendapatkan infeksi akan mengembangkan beberapa jenis penyakit kulit manifestasi kulit”

“Beberapa dari mereka muncul sebelum gejala sebenarnya dari infeks virus dan beberapa terjadi setelah pasien sudah pulih dan merasa sehat,” katanya lagi.

Lebih lanjut dr Vesna menjelaskan, bahwa ” pihaknya memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menghubungkan apa yang disebut jari kaki Covid-19 atau pseudo-frostbite adalah istilah lain untuk mereka. “Kami perlu penelitian untuk benar-benar menghubungkannya dengan penyakit karena kami melihatnya pada pasien positif dan negatif dan karena tes antibodi belum tersedia untuk waktu yang lama,”

Seiring dengan semakin berkembangnya wabah virus corona ini. Maka gejala yang ditimbulkan juga semakin berkembang. Jika sebelumnya pada pasien covid ada tanda dan gejala sesak nafas, demam tinggi, dan batuk batuk. Maka saat ini ada penambahan gejala baru akibat terpapar virus SARS-CoV-2 yakni panas dingin, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, serta kehilangan rasa atau bau. Perlu diketahui bersama bahwa alat tes virus corona belum memadai dibanding jumlah yang terpapar.

Saran penulis : Seperti kita ketahui bersama bahwa penyakit pandemi akibat terpapar corona virus merupakan hal baru yang terjadi saat ini. Sehingga bisa jadi banyak temuan temuan baru. Meskipun demikian beberapa temuan baru tersebut sudah pasti memerlukan uji klinis lebih lanjut. Karena pada hakekatnya gejala suatu penyakit banyak yang mirip. Sehingga gejala yang muncul bisa jadi karena penyakit lain. Dan bukan akibat serangan covid-19. Kesehatan anda dan keluarga adalah prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.